Home Daerah Pembinaan Kemandirian melalui Budidaya Ikan di Rutan Pasangkayu

Pembinaan Kemandirian melalui Budidaya Ikan di Rutan Pasangkayu

12
0
SHARE
Pembinaan Kemandirian melalui Budidaya Ikan di Rutan Pasangkayu

PASANGKAYU - Di balik tembok Rutan Pasangkayu, sebuah kolam perikanan sederhana menjadi saksi bisu transformasi dan harapan baru.

Pada Sabtu, 10 Januari 2026, suasana di sekitar kolam tersebut diramaikan oleh tawa dan semangat saat ribuan benih ikan lele ditebarkan, sebuah kegiatan yang melibatkan langsung para warga binaan dan petugas.

Program ini bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan inti dari program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Dengan terlibat dalam setiap tahap, mulai dari persiapan kolam hingga pelepasan benih, para warga binaan tidak hanya belajar tentang budidaya ikan, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan seperti tanggung jawab, kesabaran, dan pentingnya kerja sama.

Kepala Rutan Pasangkayu, Nanang Badruzzaman, yang hadir bersama jajarannya, menciptakan interaksi yang hangat dan akrab dengan para warga binaan.

Kehadiran mereka dalam suasana santai menunjukkan bahwa esensi pembinaan melampaui sekadar penegakan aturan; ia juga tentang sentuhan manusiawi dan saling menghargai.

Salah seorang warga binaan, dengan mata berbinar, mengungkapkan perasaannya, “Rasanya senang, seperti harapan baru. Kami belajar dari nol dan melihat hasilnya nanti.”

Ungkapan sederhana ini merefleksikan makna mendalam dari program tersebut, kolam ikan lele itu telah berubah menjadi simbol pengharapan dan ruang belajar untuk mempersiapkan kehidupan pascabebas.

Manfaat program ini bersifat ganda. Di satu sisi, warga binaan memperoleh pengetahuan praktis budidaya perikanan yang dapat menjadi modal usaha mandiri di masa depan.

Di sisi lain, proses pengelolaan kolam bersama membangun rasa percaya diri karena mereka diberi kepercayaan untuk mengelola sebuah usaha kecil secara berkelanjutan.

Rutan Pasangkayu, melalui inisiatif seperti ini, berharap pembinaan tidak berakhir di balik jeruji, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan dalam hidup setiap warga binaan.

Dari ribuan benih lele yang berenang di kolam itu, tumbuh lebih dari sekadar ikan; tumbuh pula benih kemandirian, optimisme, dan bekal hidup berharga untuk menyambut hari esok yang lebih baik. (Ins-rutan pskgy)

Editor: Abi Ghifar