MAKASSAR - Di tengah gemuruh antusiasme komunitas pelari, Makassar Half Marathon (MHM) 2026 resmi membuka pendaftaran. Launching yang dihadiri oleh Wali Kota Munafri Arifuddin beserta jajaran pemkot dan para founder MHM ini bukan sekadar ritual pembukaan sebuah event olahraga, melainkan penegasan komitmen terhadap sebuah visi kota yang lebih besar.
Optimisme Munafri terpancar jelas, terutama setelah kuota early bird 4.000 tiket ludes terjual cepat, diikuti oleh 8.000 tiket reguler yang mulai dipasarkan.
Ia pun menyampaikan target ambisius namun terukur, “Target kita tahun ini 12.000 pelari. Di 2027 kita ingin naik ke 15.000. Artinya, akan ada puluhan ribu orang berkumpul di Kota Makassar dalam satu momentum.”
Angka-angka tersebut bukan hanya tentang kuantitas peserta, melainkan tentang magnet yang hendak dibangun Makassar di peta sport tourism nasional.
Lebih dari itu, Munafri menempatkan MHM sebagai instrumen strategis untuk mempresentasikan identitas kota.
Ia menekankan bahwa event ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan wajah Makassar kepada ribuan tamu, sehingga aspek keramahan menjadi kunci.
“Bagaimana tamu mau belanja kalau kita tidak ramah? Bagaimana mereka mau happy kalau kita tidak memberikan kesan yang baik. Ini tugas kita bersama,” ujarnya, mengajak seluruh masyarakat berperan sebagai tuan rumah yang baik.
Pesan ini berkelindan dengan perhatiannya terhadap standar pelayanan, termasuk pentingnya sertifikasi higienitas dan sanitasi bagi restoran, agar kesan yang tertinggal pada tamu selalu positif.
Dari sisi teknis penyelenggaraan lomba, Munafri memberikan kepercayaan penuh kepada panitia, sambil menegaskan peran pemerintah kota dalam memastikan infrastruktur pendukung prima.
“Bola sekarang ada di pemerintah kota. Bagaimana menyiapkan jalanan yang mulus, lampu yang terang saat subuh, pengamanan jalur, hingga kesiapan tenaga kesehatan. Itu bagian kami,” tegasnya.
Pembagian peran yang jelas ini menunjukkan pendekatan kolaboratif yang matang. Tak berhenti di event tahunan, komitmen menjadikan Makassar sebagai kota pelari diperkuat dengan instruksi untuk menyelenggarakan kegiatan lari rutin setiap pekan di Balai Kota usai Lebaran, menciptakan ritme dan tradisi olahraga yang berkelanjutan.
Dampak ekonomi yang luas juga menjadi fokus. Munafri optimistis gelombang manfaat dari MHM akan menyentuh berbagai sektor, mulai dari UMKM, kuliner, hingga perhotelan, memberikan efek domino yang langsung dirasakan warga. Inklusivitas juga mendapat perhatian khusus, dengan permintaan agar panitia menyediakan skema pendaftaran alternatif bagi yang kesulitan akses digital serta membuka ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas.
Sebagai penutup, Munafri mengingatkan bahwa keberhasilan MHM adalah tanggung jawab kolektif, “Tidak ada yang bisa menjamin suksesnya acara ini kecuali kita semua. Pemerintah, panitia, dan seluruh warga Kota Makassar.”
Dengan jadwal pelaksanaan pada 30–31 Mei 2026 di kawasan ikonis Pantai Losari, yang meliputi Race Pack Collection, Shake Out Run, Kid Dash, hingga Race Day, MHM 2026 diproyeksikan bukan hanya sebagai ajang lari, tetapi sebagai penggerak utama ekonomi dan kebanggaan kota, menapaki jalur yang telah diakui melalui sertifikasi rute dari PB PASI sebagai satu-satunya di Indonesia Timur. (hms)
Editor: Abi Ghifar




1.jpg)








LEAVE A REPLY