Home Metro Wali Kota Makassar Turun Langsung Cari Solusi Banjir Langganan

Wali Kota Makassar Turun Langsung Cari Solusi Banjir Langganan

12
0
SHARE
Wali Kota Makassar Turun Langsung Cari Solusi Banjir Langganan

MAKASSAR - Di tengah genangan air yang masih menyisakan jejak keresahan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung ke jantung persoalan.

Pada Sabtu sore (10/1/2026), bersama Sekretaris Daerah Andi Zulkifly Nanda, Kepala BPBD M. Fadli Tahar, dan Camat Biringkanaya serta lurah setempat, ia menyusuri titik-titik rawan genangan di Kompleks Kelurahan Katimbang, Perumahan Kodam III, Kecamatan Biringkanaya.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan manifestasi nyata komitmen pemerintah kota untuk mencari solusi permanen mengatasi banjir yang telah menjadi "langganan tahunan" bagi warga di kawasan timur Makassar.

"Saya datang ke sini untuk melihat langsung kondisi terkini. Tujuannya adalah mencari solusi bagi masyarakat," ujar Munafri, yang akrab disapa Appi, tegas di lokasi.

Ia menambahkan, "Apalagi wilayah ini setiap tahun menjadi langganan banjir, sehingga memang perlu penanganan yang serius dan menyeluruh."

Berdasarkan pengamatan lapangan dan keterangan warga, akar masalahnya teridentifikasi pada luapan air kiriman dari Sungai Biring Je'ne yang diperparah oleh alur air yang tersumbat dan tidak optimal.

"Kalau kita melihat dan mendengarkan keterangan di lapangan, ini akibat air kiriman dari Sungai Biring Je’ne yang meluap," jelas Munafri.

Genangan yang menghambat lalu lintas dan mematikan aktivitas warga itu menjadi bukti nyata kegagalan sistem drainase. Oleh karena itu, peninjauan ini menjadi dasar awal bagi pemerintah untuk merumuskan langkah strategis.

"Ada beberapa titik yang harus kita lihat jalurnya. Mulai dari ujung aliran, proses pembuangannya ke mana, lalu di mana yang tersumbat. Biasanya terjadi penyempitan atau ada wilayah resapan yang berubah menjadi kawasan pembangunan. Ini semua akan kita pastikan tertangani dengan baik," paparnya.

Salah satu opsi yang dikaji adalah penataan atau pembukaan saluran alur air baru, sebuah upaya yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah mengingat sungai ini berada di perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

Di garis depan mitigasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah memperkuat langkah antisipasi dengan teknologi dan kesiapan personel.

Kepala BPBD, Fadli Tahar, menjelaskan bahwa pemasangan Early Warning System (EWS) di sepanjang Sungai Biring Je'ne berfungsi sebagai sistem peringatan dini.

"EWS ini menjadi alat penting untuk membaca kondisi sungai lebih cepat, sehingga petugas dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk bersiap," ujarnya.

Sistem yang memantau ketinggian dan debit air secara real-time ini memungkinkan respons yang lebih cepat dan tepat.

Didukung oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) yang disiagakan 24 jam, BPBD terus memantau perkembangan dan siap bergerak jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan.

Harapan Munafri adalah persoalan kompleks ini dapat teratasi secara sistematis.

 "Harapan kita, persoalan ini bisa tertangani dan bisa teratasi. Karena kalau tidak, akan berdampak bagi masyarakat di sini," tukasnya.

Dengan kombinasi antara pendekatan teknis melalui identifikasi masalah, koordinasi lintas daerah, dan pemanfaatan teknologi peringatan dini, Pemkot Makassar berupaya memutus siklus banjir tahunan yang telah lama membebani warganya. (hms)

Editor: Abi Ghifar